Hello Opportunity Hunters! Pernahkah kalian mendengar tentang Working Holiday? Ya, istilah ini merupakan salah satu program yang memberikan kesempatan berharga untuk berlibur sambil menghasilkan pundi-pundi cuan. Salah satunya adalah kerja pertanian di Jepang.
Hamparan sawah hijau yang luas atau kebun buah berkilau di pedesaan Jepang akan menjadi pemandangan sehari-hari ketika kamu membuka mata. Ini bukan sekadar mimpi, melalui program Working Holiday kamu bisa merasakan bekerja di luar negeri sekaligus memperkaya pengalaman hidup. Tentunya, pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk karier di luar negeri di masa depan.
Lalu, bagaimana cara kerja pertanian di Jepang tersebut? Dan, apakah ada persyaratannya? Simak terus ulasannya berikut!
Mengapa kerja pertanian di Jepang?
sumber gambar: freepik.com
Sebagian orang mungkin memandang sebelah mata kerja pertanian di Jepang. Pasalnya, profesi ini tak ubahnya dengan para petani di tanah air. Akan tetapi dibalik itu, Jepang memiliki industri pertanian yang maju dan disiplin.
Kamu bisa belajar langsung dari para petani Jepang dalam hal teknis perawatan lahan maupun cara efektif memanen sayuran dan buah-buahan. Uniknya, kerja pertanian di Jepang menerapkan teknologi AI (Artificial Intelligence) sembari tetap menjaga tradisi yang sudah berusia ratusan tahun.
Melalui kerja pertanian di Jepang ini, peserta Working Holiday dalam kesehariannya membantu perusahaan di sektor pertanian sesuai tugasnya masing-masing, termasuk menanam hingga memanen sayuran dan buah.
Selain itu, kamu juga mendapat pengalaman tinggal di pedesaan Jepang yang tenang dan sangat peduli pada kelestarian alam. Pengalaman ini memberi kesempatan untuk lebih memahami budaya kerja dan keseharian masyarakat Jepang.
Persyaratan kerja pertanian di Jepang
Jika kamu tertarik kerja pertanian di Jepang, ada beberapa persyaratan yang perlu dipersiapkan. Berikut di antaranya:
- Ijazah Pendidikan Terakhir
Biasanya, ijazah menjadi salah satu syarat dasar dalam pengajuan visa atau aplikasi pekerjaan di Jepang. Dokumen ini sebagai bukti kualifikasi pendidikan yang telah ditempuh.
- CV dalam Bahasa Jepang
Format CV dalam bahasa Jepang biasanya mengikuti format CV standar Jepang dan sudah disediakan oleh agen atau situs resmi kedutaan Jepang.
- Pas Foto Terbaru
Pas foto terbaru juga diperlukan dalam aplikasi kerja pertanian di Jepang. Pastikan foto diambil dalam kurun waktu 6 bulan terakhir sesuai ketentuan.
- Sertifikat SSW Pertanian atau Senmonkyuu
Bagi yang pernah magang di Jepang sebelumnya, sertifikat SSW (Specified Skilled Worker) dalam bidang pertanian atau Senmonkyuu (sertifikat keahlian khusus) akan memberikan nilai lebih pada aplikasi kamu. Sertifikat ini menunjukkan bahwa kamu memiliki pengalaman dan keterampilan khusus di sektor pertanian.
- Sertifikat JFT Basic A-2
JFT Basic A-2 adalah sertifikat kemampuan bahasa Jepang yang diakui secara internasional. Untuk kerja pertanian di Jepang, kemampuan bahasa Jepang sangat penting karena kamu perlu memahami instruksi dan berkomunikasi dengan tim kerja lainnya.
- Berkomitmen tinggi dan minat serius untuk kerja pertanian di Jepang
Setelah diterima, peserta tidak diperbolehkan membatalkan tanpa alasan yang mendesak. Selain itu, peserta harus disiplin bangun pagi sebab terkadang kerja pertanian di Jepang seringkali dimulai pada pagi hari.
Kerja Pertanian di Jepang: Apa Saja Tugasnya?
Jika kamu tertarik merasakan kearifan lokal sekaligus alam pedesaan Negeri Sakura yang indah, kerja pertanian di Jepang adalah peluang serta pengalaman yang luar biasa.
Melalui berbagai program edu-trip, Holiday Working, dan lainnya, kamu bisa kerja di pertanian lokal serta kesempatan belajar bahasa Jepang dari native speaker.
Sebenarnya, sektor pertanian bukan hanya merawat tanaman, kamu juga bisa bekerja di sektor peternakan. Berikut beberapa tugas dilakukan:
- Perawatan hewan ternak seperti sapi, ayam, dan kuda: Memberi makan, membersihkan kotoran, membersihkan mesin, memerah susu, membersihkan hewan, menjual hasil seperti telur, susu, es krim, dll.
- Menanam buah dan sayuran (misalnya labu, kentang, selada, daun bawang, tomat, stroberi, persik, melon), merawat, memanen, mengolah, dan menjual hasil panen secara lokal.
- Menanam bunga potong dan tanaman hias.
- Menyemai, menanam, dan memanen tanaman seperti padi, millet, jagung, dan gandum.
Gaji dan Jam Kerja Pertanian di Jepang
Kerja pertanian di Jepang adalah pekerjaan penuh waktu maupun paruh waktu. Biasanya, kamu akan bekerja 5-6 hari dalam seminggu, dengan rata-rata 7-9 jam per hari (mulai jam 07.00 pagi).
Sementara itu, gaji yang ditawarkan berkisar antara 690-1500 Yen per jam, tergantung pada jenis tugas yang dilakukan dan lokasi pertaniannya.
Meskipun pekerjaan ini menuntut fisik prima, suasana pedesaan yang tenang serta udara segar akan menjadi bonus tersendiri.
Berapa lama kerja di pertanian Jepang?
Kamu bisa memilih durasi yang fleksibel, mulai dari 1 minggu hingga 1 tahun, sesuai kebutuhan. Akan tetapi, umumnya kontrak kerja pertanian di Jepang adalah sekitar 1 tahun.
Lokasi kerjanya juga beragam, mulai dari Hokkaido yang terkenal dengan gunung berapi dan pemandian air panas (onsen), hingga Tohoku yang dikelilingi oleh pegunungan dan area ski.
Kamu juga bisa memilih area seperti Kanto (pinggiran kota Tokyo), Hokuriku, Tokai, Shikoku di bagian tengah Jepang, hingga Kyūshū di sebelah selatan Jepang.
Keuntungan Kerja pertanian di Jepang
Bekerja di sektor pertanian menawarkan keuntungan yang menarik, berikut di antaranya:
- Penghasilan yang kompetitif
Salah satu daya tarik utama kerja pertanian di Jepang adalah besaran penghasilan yang ditawarkan. Rata-rata gaji bulanan berkisar antara ¥150,000 hingga ¥200,000 (sekitar 15 – 20 juta rupiah), tergantung pada lokasi dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Angka ini belum termasuk bonus lembur, yang bisa meningkatkan total gajimu.
- Lingkungan kerja nyaman
Jepang dikenal mempunyai standar kebersihan dan keselamatan kerja yang tinggi, termasuk di sektor pertanian. Para pekerja biasanya dibekali dengan peralatan kerja yang memadai serta pelatihan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan selama bekerja. Selain itu, budaya disiplin dan ketepatan waktu yang sangat dihargai di Jepang turut menciptakan suasana kerja yang profesional dan nyaman.
- Menambah pengetahuan baru
Berbeda dengan sektor pertanian di tanah air, Jepang sudah menerapkan teknologi modern, seperti penggunaan mesin otomatis, drone, dan aplikasi pertanian canggih lainnya. Pekerja asing di sektor ini akan mendapatkan wawasan ilmu yang sangat berharga, yang mungkin bisa diterapkan di negara asal.
- Kesempatan belajar budaya dan bahasa Jepang
Kerja di Jepang memberi kesempatan mengenal budaya dan bahasa lokal. Pengalaman ini sangat berharga bagi siapa pun, karena menguasai bahasa Jepang adalah skill yang banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan skala global.
Aktivitas yang bisa kamu lakukan di luar rutinitas kerja
Di luar rutinitas kerja, kamu bisa menghabiskan waktu bersepeda santai atau berjalan-jalan menikmati udara segar pedesaan. Aktivitas ini memberi kesempatan untuk merasakan keindahan alam Jepang, seperti pemandangan ladang pertanian yang hijau dan pegunungan.
Kamu juga bisa mengunjungi pasar lokal untuk mencoba berbagai produk segar dan makanan khas daerah. Alternatif lain, kamu juga bisa mencoba hiking, mengikuti festival lokal, dan lainnya.
Tertarik kerja pertanian di Jepang ?
Berikut adalah versi paragraf yang diedit dengan penekanan pada manfaat bagi pembaca dan ajakan untuk bookmark artikel:
Jika kamu berminat kerja pertanian di Jepang namun masih bingung harus mulai dari mana, jangan khawatir. Mentor berpengalaman dari Rumah Peluang siap membantu mewujudkan impianmu bekerja di luar negeri. Ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan skill dan mempersiapkan diri dengan lebih matang.
Jangan lupa untuk bookmark artikel ini agar kamu bisa kembali kapan saja dan mendapatkan informasi lebih lanjut tentang peluang kerja pertanian di Jepang. Siapkan diri dari sekarang menuju karir sukses di Jepang!

