UMKM siap ekspor menjadi peluang baru bagi produk lokal Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Smesco Indonesia mengidentifikasi ratusan usaha yang dinilai memiliki potensi untuk masuk ke pasar internasional.
Dari sekitar 100 ribu data UMKM yang dimiliki Smesco, sebanyak 267 UMKM telah teridentifikasi siap memasuki pasar ekspor. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah melalui pendampingan dan pengembangan produk.
Selain itu, peluang ekonomi digital Indonesia juga semakin besar. Kementerian UMKM menyebut nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 100 miliar dolar AS. Kondisi tersebut dinilai membuka kesempatan bagi usaha lokal untuk berkembang.
UMKM Siap Ekspor Punya Pasar Lebih Luas
Menjadi UMKM siap ekspor bukan hanya tentang menjual produk ke luar negeri. Pelaku usaha juga perlu memahami kualitas produk, kemasan, kapasitas produksi, dan kebutuhan pasar.
Produk Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar.
Sebagai contoh, produk makanan sehat dari Bali telah dipasarkan melalui e-commerce ke Singapura, Filipina, Malaysia, Uni Emirat Arab, Jepang, hingga Amerika Serikat.
Namun, setiap negara memiliki karakter konsumen yang berbeda. Karena itu, pelaku usaha perlu melakukan riset sebelum menentukan pasar tujuan.
Langkah sederhana dapat dimulai dengan melihat produk yang banyak dicari. Setelah itu, pelaku usaha dapat menyesuaikan kemasan dan strategi pemasaran.
Digitalisasi Membuka Peluang Baru
Internet membuat jarak bukan lagi hambatan sebesar sebelumnya.
Produk dari kota kecil dapat diperkenalkan kepada konsumen di daerah lain. Bahkan, produk tersebut bisa ditemukan oleh calon pembeli dari luar negeri.
Namun, pemerintah mengingatkan bahwa digitalisasi tidak cukup hanya dengan membawa usaha ke internet.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mendorong pelaku usaha bergerak dari sekadar “go online” menuju pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Teknologi dapat digunakan untuk produksi, pengelolaan keuangan, stok barang, hingga memahami kebutuhan konsumen.
Karena itu, UMKM siap ekspor juga perlu memiliki sistem usaha yang semakin rapi.
AI Mulai Membantu Pelaku UMKM
Artificial intelligence atau AI juga mulai masuk ke aktivitas bisnis sehari-hari.
Teknologi ini dapat membantu membuat ide promosi, menyusun deskripsi produk, hingga mempercepat pekerjaan sederhana.
Selain itu, pemerintah juga mengadakan program yang menghubungkan AI dengan peluang ekspor.
Program Gapai Pasar Global dengan AI dari Kementerian UMKM dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Program tersebut mencakup webinar, mentoring, serta kesempatan masuk katalog nasional “UMKM Siap Ekspansi Global” bagi peserta terpilih.
Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan digital semakin relevan bagi usaha yang ingin berkembang.
Produk Bagus Tetap Menjadi Dasar
Teknologi dapat membantu pemasaran. Namun, kualitas produk tetap menjadi hal utama.
Konsumen membutuhkan produk yang sesuai dengan apa yang dijanjikan.
Karena itu, pelaku UMKM siap ekspor perlu menjaga kualitas secara konsisten. Kemasan juga perlu diperhatikan agar produk tetap aman selama pengiriman.
Legalitas usaha menjadi bagian penting lainnya.
Untuk beberapa kategori produk, sertifikasi tertentu juga dapat dibutuhkan. Pelaku usaha perlu memeriksa aturan sesuai jenis produk dan negara tujuan.
Dengan demikian, ekspansi tidak dilakukan secara terburu-buru.
Kemitraan Bisa Membuka Jalan Lebih Cepat
Tidak semua usaha harus berkembang sendirian.
Kemitraan dapat menjadi jalan untuk mendapatkan akses pasar, pengetahuan, dan jaringan baru.
Kementerian UMKM, misalnya, menjalankan Bridge-SME untuk mempertemukan UKM dengan usaha besar, BUMN, dan asosiasi. Program ini diarahkan untuk membangun kemitraan serta memperkuat keterlibatan UKM dalam rantai pasok.
Selain itu, business matching dapat membantu pelaku usaha bertemu dengan calon mitra yang relevan.
Bagi UMKM siap ekspor, jaringan seperti ini dapat menjadi pintu untuk memahami kebutuhan pasar yang lebih besar.
Mulai dari Pasar yang Bisa Dijangkau
Ekspor memang terdengar seperti langkah besar.
Namun, usaha tidak harus langsung menargetkan banyak negara.
Pelaku UMKM dapat memulai dengan satu pasar. Pelajari konsumennya, aturan produk, biaya pengiriman, serta kompetitor.
Setelah itu, lakukan pengujian dalam skala yang realistis.
Misalnya, produk makanan dapat mulai diperkenalkan melalui komunitas atau distributor yang memiliki jaringan di negara tujuan.
Data penjualan kemudian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi.
Cara tersebut lebih aman dibanding melakukan ekspansi besar tanpa memahami pasar.
Keamanan Data Juga Perlu Diperhatikan
Bisnis digital membawa peluang sekaligus risiko.
Pada 9 September 2026, pengamat keamanan siber mengingatkan UMKM agar memperhatikan keamanan data pelanggan ketika menggunakan layanan digital.
Pelaku usaha perlu memahami pihak yang memproses data pelanggan dan tujuan penggunaan data tersebut.
Oleh karena itu, keamanan digital sebaiknya ikut berkembang bersama bisnis.
Gunakan password yang kuat. Aktifkan perlindungan tambahan pada akun penting. Jangan memberikan kode OTP kepada orang lain.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu melindungi bisnis dan konsumen.
UMKM Siap Ekspor Bisa Menjadi Peluang Besar 2026
Temuan 267 UMKM siap ekspor menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki ruang untuk berkembang di pasar internasional.
Namun, perjalanan menuju pasar global membutuhkan persiapan.
Kualitas produk harus konsisten. Legalitas perlu diperhatikan. Kemampuan digital juga semakin penting.
Selain itu, pelaku usaha perlu memahami kebutuhan konsumen di negara tujuan.
Pada akhirnya, peluang tidak selalu dimulai dengan modal besar. Peluang bisa dimulai dari produk yang bagus, pengelolaan yang rapi, serta keberanian mencari pasar baru.
Bagi UMKM siap ekspor, pasar Indonesia dapat menjadi tempat untuk membangun fondasi. Setelah fondasi kuat, pasar global bisa menjadi peluang berikutnya.
